DEMO MAHASISWA, BALAS BUDI ATAU PENGHIANATAN TERHADAP RAKYAT

Mahasiswa adalah siswa pada perguruan tinggi. banyak pro dan kontra mengenai makna dari nama itu sendiri. beberapa kalangan memaknainya dengan baik, akan tetapi beberapa kalangan memaknainya sebagai sesuatu yang berlebihan terutama dengan melihat fenomena siswa perguruan tinggi saat ini.

beberapa saat yang lalu seorang teman membawa sebuah artikel mengenai mahasiswa,ia tunjukan kepada saya. inti dari artikel tersebut adalah seberapa besar peran kita sebagai mahasiswa yang telah menghabiskan uang rakyat untuk mensubsidi pendidikan kita di perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi negeri, betapa mengenaskannya dan alangkah jahatnya bila kita tidak mau sekedar membantu rakyat kecil menyuarakan aspirasi mereka dengan kata lain “demo”.

beberapa hari yang lalu, pada tanggal 28 Oktober, sekelompok golongan mahasiswa yang mengatasnamakan diri mereka “penyuara aspirasi masyarakat ” (seperti dikatakan diatas) berkumpul di salah satu taman kota di surabaya. Sebelum menuju taman tersebut, sekelompok anak berkumpul di depan sekretariat mereka dengan membawa bendera organisasi mereka, bendera universitas dan bendera Merah Putih . setelah melakukan koordinasi dan menyatukan visi misi mereka beranjak meningglakan kampus dengan arakan sepeda motor pada sore hari.

Saya sungguh malu melihat kelakuan mereka yang begitu arogannya melewati jalan kampus dengan suara sepeda motor mereka ( mblayer ) padahal kampus sedang dalam program penghijauan kampus, mereka melawati jalan raya seolah olah jalan itu adalah jalan yang dibuat untuk mereka seorang, jalan yang dibuat oleh darah dan peluh mereka sendiri atau dari darah ayah dan ibu mereka. betapa arogannya mereka seenaknya sendiri membuat kemacetan di jalan umum, sementara pemerintah sedang berusaha dengan keras untuk mengatasi kemacetan. Iya kalau demonya diikuti oleh seluruh mahasiswa aliansi surabaya yang jumlahnya ribuan, kelihatan keren gitu, tapi ini cuma segelintir kurang lebih hanya 30 orang sudah buat macet…..

apa mereka lupa , mereka adalah mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi yang mengagung-agungkan karakter. karakter macam apa yang mereka punya ?. apakah dengan demo tersebut kemudian semua berjalan sesuai dengan lancar atau hanya memperparah ? bukan kah ddemo itu merupaka jalan terakhir untuk menyelesaikan masalah ? mengapa mereka tidak menulis saja ? atau menyurati wakil rakyat terhormat ?

ketika mereka bilang ” mahasiswa macam apa kalian hanya diam dan tidak melakukan apapun untuk negara ? “

maaf ya,,,, kami tidak diam, kami berdemo dengan damai, kami menyuarakan aspirasi kami, kami berdemo dengan prestasi agar kami diperhatikan. berdemo tidak harus turun kejalan raya, membuat kemacetan, merusak fasilitas umum, hanya omong tok, ga ada aksi dan pemecahan masalahnya. apa dengan omongan itu bisa menyelesaikan masalahnya ? apa kalian hanya ingin bicara kosong saja ? tidak mau membuat kegiatan yang real untuk memecahkan masalahnya ?

kalau kalian bilang kami dapat membayar utang kami kepada masyarakat dengan demo turun ke jalan, kalian justru menghambur hamburkan uang rakyat ? apakah dengan merusak fasilitas itu kalian tidak menghambur- hamburkan uang rakyat ? apa rakyat rela kalau uang mereka digunakan untuk hal hal tak berguna semacam itu ? berapa anggaran yang kalian keluarkan untuk demo tersebut ? berapa jumlah dana yang kalian mark up untuk demo kalian ? berapa dana universitas yang kalian habiskan untuk demo tersebut ? apakah LPJ kalian sesuai dengan kenyataan dilapangan ? berapa dana yang kalian korupsi hanya untuk demo ?

memang benar, pencetak kaum korup adalah universitas, berawal dari orang orang seperti kalian. oleh karenanya koruptor itu sulit untuk diberantas, ya karena universitas selalu meluluskan ribuan mahasiswa seperti kalian setiap tahunnya. batapa tidak, kalian belajar korup dari mark up dana kegiatan. sedangkan bebrapa organisasi harus bersusah payah untuk mendapatkan dana untuk melaksanakan sebuah kegiatan karena dana yang sangat tidak mencukupi dari universitas. bersyukurlah kalian karena dana yang kalian terima berjumlah besar dan dapat mengcover seluruh kebutuhan kalian (kebutuhan hidup maksudnya : makan, minum, kopi, tv, film ), berlebih malah (padahal, memang tak ada kegiatannya ). sedangkan kami disini yang benar-benar membuat kegiatan nyata, harus rela makan seadanya, makan sekali sehari sudah biasa, makan mie instan lagi… mengeluarkan dana pribadi kami untuk kegiatan, karena hanya itu yang bisa kami lakukan, ini bentuk dedikasi kami, dengan kegiatan itu kami berdemo secara damai, melalui program pengabdian masyarakat, penelitian, peduli lingkungan dan kegiatan penunjang lainnya.

utang kami akan kami bayar dengan menempuh pendidikan yang baik, berprestasi, dedikasi dan pengabdian kami terhadap masyarakat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s