backpacker semarang hari 1

27 november 2014

hani datang ke kosku pukul 19.30 wib, sesuai dengan perjanjian kami. malam ini surabaya di guyur gerimis. hani lantas mengantarku ke kos teman dimana aku akan meminjam kamera digital. setelah mengantarku mengambil kamera hani lantas pergi ke warteg untuk mengisi perut.

pukul 20.00 wib, kami berdua berangkat menuju stasiun pasar turi surabaya. walaupun sudah 3 tahun menghuni kota terbesar ke dua setelah ibu kota jakarta kami masih belum tahu dimana letak stasiun tersebut. alhasil berkat banyak bertanya di tengah guyuran hujan kami menemukan stasiun tersebut akhirnya.

hanya butuh setengah jam untuk mencapai stasiun pasar turi dari kos kami di ketintang. setelah memarkir kendaraan, kami segera bergegas meninggalkan parkiran. kami mendengar petugas stasiun sudah memberikan pengumuman kereta kami akan berangkat sebntar lagi. di dalam stasiun pun hanya sedikit orang yang kami temui, mungkin sudah duduk manis di kereta. kami segera memperlihatkan tiket kereta yang sudah dipesan jauh-jauh hari sebelumnya dan foto kopi ktp. petugas memberikan stempel pada tiket kami.

“kok cemberut mau berangkat ?” tanya salah seorang petugas kepadaku.

” hahahaha,…” aku hanya menjawabnya dengan tawa.

kami bergegas mencari gerbong kereta milik kami. seorang petugas membantu mendapatkan gerbong dimana kami duduk. gerbong no 7 22D 22G. lega rasanya duduk di kereta. ini pertama kalinya backpackeran hanya berdua saja dengan hani. kami sudah merencanakannya jauh-jauh hari. aku sangat menykai naik kereta. luar biasa rasanya. kereta perlahan-lahan bergerak lambat, semakin cepat dan semakin cepat. deru suara kereta yang sangat aku rindukan. deru suara dua besi yang bergesekan. deru suara roda-roda yang berputar.

disebelah kanan kami duduk sepasang suami istri. sang suami adalah seorang pensiunan polisi. aku tahu karena melihat seragam yang dikenakannya. beliau kehilangan kaki kirinya. di tengah-tengah antar bangku penumpang yng biasanya untuk jalan seorang bapak menggelar matras kemudian tidur. aku sembat berbincang-bincang sedikit dengan bapak itu. beliau bilang tulisanku bagus sekali, padahal aslinya tulisanku jelek, mungkin beliau cuma ingin menyapaku. aku merasa ngantuk dan lapar.

selamat menikmati perjalanan di kereta. đŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s