Pengalaman tes di PT EWF (Equity World Futures)

logo-jkt ewf

Saya mencari lowongan pekerjaan di iklan lowongan jawa pos hari sabtu. Saya menemukan lowongan pekerjaan pada BPPUN (Badan penyelenggara perdagangan umum nasional). Yang terpikirkan oleh saya saat itu adalah badan tersebut milik negara yang tak digagukan kredibilitasnya. Pada iklan lowongan tersebut disebutkan bahwa BPPUN di bawah naungan badan regulasi nasional sedang mencari karyawan terbaik untuk di tempatkan di kantor dinas Surabaya. Saya demikian mudahnya tertarik pada lowongan kerja tersebut karena melihat kualifikasi yang mudah dan dapat saya penuhi. Saya berpikiran apabila saya diterima saya akan bekerja pada badan pemerintah.
Saya selanjutnya melengkapi berkas lowongan pekerjaan saya dan mengirim via pos, pada lamaran tersebut tidak mencantumkan alamat kantor hanya mencantumkan PO BOX untuk pengiriman berkas. Hanya dalam rentang waktu 1 minggu, saya mendapat panggilan telepon dari seseorang bahwa saya diminta untuk datang ke lithium office lantai 2 (jalan embong kenongo atau jalan pemuda; gedung memiliki 2 sisi yang menghadap jalan ynag berbeda) menemui ibu XXX untuk melakukan wawancara. Saya akhirnya menyetujui untuk hadir dalam wawancara.
Keesokan harinya saya mendatangi alamat yang ditunjukkan. Ternyata sangat mudah menemukan gedungnya yaitu di depan delta plaza surabaya, bersebelahan dengan grapari telkomsel. Sesampainya di sana saya menemukan banyak orang yang senasip dengan saya. Kami dikumpulkan pada satu ruangan dan diminta untuk mengisi biodata dan angket, layaknya tes pada perusahaan pada umumnya. Kami diminta untuk menunggu, akan dipanggil saat wawancara pada gilirannya. Setelah menunggu beberapa jam akhirnya giliran saya untuk wawancara. Saya menemui ibu XXX tersebut, wawancara hanya dilakukan selama 5 menit dan saya diminta untuk datang keesokan harinya untuk psikotes.
Lagi-lagi perasaan saya amat bahagia setelah meninggalkan ruang wawancara, betapa tidak ini kali pertama saya bisa lolos wawancara dengan mudahnya. Keesokan harinya saya datang untuk menjalani psikotes. Kami di berikan soal psikotes pada umumnya tetapi soal tidak dibagikan per orang tapi dengan ditampilkan di layar monitor. Setelah mengerjakan psikotes, kami diminta datang kembali keesokan harinya untuk melihat pengumuman berhasil tidaknya tes kami dan akan ada penjelasan mengenai profil perusahaan.
Keesokan harinya tentu saja saya datang kembali dengan harapan yang besar, kami diminta untuk mengisi lembar psikotes kembali dan angket yang isinya biodata kami masing masing. Kemudian kami diminta untuk cap sidik jari pada alat pengenal sidik jari. Jadi kesimpulannya kami telah diterima bekerja dengan mudahnya. Saya mulai was-was pada hari itu. Sangat mencurigakan.
Kemudian penjelasan mengenai profil perusahaan pun dimulai, salah seorang menjelaskan kepada kami apa itu EWF, apa kaitannya dengan perdagangan, kliring berjangka, perdagangan komoditas dan segala hal yang berkaitan dengan perdagangan berjangka, makelar dst. Yang paling membuat saya tidak nyaman adalah ketika mereka menjelaskan bahwa mereka membeli gedung ini dengan harga sekian, membayar biaya operasional perusahaan sekian ratus juta, seperti mengunggulkan bahwa mereka punya banyak uang, penghasilan karyawan disini sekian dst. Pamer lah intinya. Menurut saya itu merupakan urusan keuangan perusahaan dan kami mempunyai tugas dan tanggungjawab masing-masing tak semestinya kekayaan perusahaan di besar besarkan, yang namanya perusahaan yang sudah besar akan terlihat sendiri berapa omsetnya per tahun, malah beberapa banyak yang menutupi dan menjadi rahasia perusahaan.
Saya mulai tidak nyaman di situ kemudian saya merundingkan dengan salah seorang kenalan disana, dia sudah browsing dan banyak tread tread yang buruk mengenai perusahaan tersebut. Akhirnya tibalah kami dipertemukan dengan manager kami masing masing, yang mereka maksud dengan manager adalah up line kami (seperti bisnis segitiga atau MLM). Kami mengadakan perkenalan, bergurau dst tapi saya sudah kadung tidak nyaman dan tercermin dalam sikap saya. Mereka berjanji akan menjawab seluruh pertanyaan yang kami ajukan pada hari senin minggu berikutnya, kami dipersilahkan untuk membuat sebanyak mungkin pertanyaan yang ingin kami ajukan.
Sebenarnya saya sangat ingin menanyakan banyak hal pada saat itu, tapi lidah saya seperti terkunci dengan berbagai kebingungan yang saya rasakan. Berbagai pertanyaan itu antara lain ;
1. Kenapa harus berbohong dengan memakai identitas badan lain ?
2. Kenapa tidak langsung saja menggunkaan identitas perusahaan sendiri ?
3. Kenapa menjelaskan profil perusahaan, padahal seharusnya kalau kita melamar kerja kita sudah tau bagaiman profil perusahaan yang kita lamar.
4. Kenapa begitu pamer dengan kekayaan perusahaan ?
5. Kenapa pamer bahwa karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut kerjanya enak dan nggak berat ?
6. Kenapa ruangan kantornya tidak seperti pada umumnya ? karena setiap saya datang ke ruangan selalu bau rokok, padahal ruangan tersebut ber AC.
Pada hari senin, minggu depannya saya putuskan untuk tidak datang lagi ke perusahaan tersebut karena kejanggalan yang saya rasakan. Sebenarnya bagi kalian yang menyukai dunia sales dan marketing coba saja gabung dengan perusahaan tersebut, mungkin saja perusahaan tersebut tepat bagi anda.

Selamat berusaha … ganbate !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s