7 persiapan yang wajib kamu lakukan agar pendakian mu Sampai di puncak

 

Mendaki bukan hal yang mudah, selalu butuh persiapan. Pendaki profesionalpun pasti butuh persiapan sebelum ia mendaki.

Tentu kamu sudah banyak mendengar banyak kecelakaan saat mendaki gunung, entah itu hanya luka kecil, luka berat sampai pada kehilangan nyawa seseorang. Untuk seorang yang amatir dalam mendaki perhatikan persiapan dibawah ini untuk menghindari hal yang tak diinginkan saat mendaki gunung:

  1. Persipan fisik

Sebelum memulai pendakian gunung, persipan fisik merupakan aspek penting yang wajib kamu lakukan. Lakukan persiapan fisik rutin selama 2 minggu sebelum keberangkatan untuk pendakian. Lakukan latihan fisik secara disiplin setiap hari dengan berlari atau berjalan cepat selama setidaknya 45 menit- 1 jam.

  1. Persiapan logistik

Rencanakan logistik yang akan kamu bawa. Perhitungkan berapa lama kamu akan melakukan pendakian. Perhitungkan juga berat beban yang sanggup kamu bawa. Untuk pendakian solo tentu kamu harus membawa seluruh logistik sendirian, kalau grup tentu beban akan dibagi dalam grup. Kalau kamu punya uang lebih dan menginginkan pendakian yang ga mau capek n ribet, lebih baik sewa tour guide n potter.

  1. Persiapan P3K

Persiapan P3K selalu penting dalam setiap perjalanan, bukan hanya untuk pendaki gunung. Kuasai diri kamu sendiri, yang tahu kebutuhan tubuhmu adalah diri kamu sendiri. Dengan meliahta riwayat penyakit yang kmu punya, perkirakan obat yang harus kamu bawa. Jangan lupa membawa obat-obat yang umum dipakai, jangan berharap sakit digunung karena pasti akan merusak suasana pendakianmu.

  1. Persiapan konsumsi

Banyak pendaki yang mengalami masalah kekurangan konsumsi saat pendakian. Sebenanrnya hal ini tidak boleh terjadi karena banyak sumber makanan di alam, tetapi karena faktor ketidaktahuan dan persiapan yang kurang matang akhirnya berakhir dengan buruk. Persiapan konsumsi juga berkaitan dengan berapa lama kalian akan melakukan perjalanan. Konsumsi disini terkait juga dengan ketersediaan air minum. Ingat, dehidrasi di pendakian bisa berakibat fatal dan berakhir dengan kehilangan nyawa. Pastikan kalian memiliki rencana untuk konsumsi dan ketersediaan air minum.

  1. Persipan transportasi

Untuk beberapa gunung yang sudah di komersilkan sebagai tempat wisata memang tak perlu bingung mengurus transportasi. Biasanya banyak kendaraan umum dan sewa yang angat mudah untuk ditemukan dan siap untuk mengantar sampai pos perijinan. Tetapi untuk gunung yang belum dikomersilkan sebagi tempat wisata kalian juga harus memikirkan transportasi, bukan hanya saat berangkat tapi juga ketika usdah turun gunung. Dengan jalur transportasi yang sudah terencana, ketika terjadi hal yang tak diinginkan, misalnya kecelakaan atau jatuh sakit, penanganannya akan lebih cepat.

  1. Persiapan dokumentasi dan komunikasi

Dokumentasi merupakan hal yang penting buat kamu. Sebagai pengingat akan masa lalu. Umumnya baterai kamera, handphone maupun alat dokumentasi lainnya kan cepat habis di suhu udara dingin. Pastika baterai kamera dan HP terisi secara penuh ketika berangkat. Bawalah baterai cadangan apabila baterai kalian habis saat perjalanan. Sangat penting buat kamu tetap menjaga baterai HP terisi selama pendakian, jangan sampai kamu tidak punya alat komunikasi apapun, jika terjadi sesuatu kamu masih bisa mengubungi seseorang.

  1. Persiapkan mental

Mungkin kamu sudah mempersiapkan berbagai persiapan lainnya secara matang, tapi tanpa persiapan yang satu ini, persiapan yang telah kamu lakukan hanyalah sia sia. Banyak pendaki tersesat atau kecelakaan yang akhirnya berakhir dengan tragis karena mental mereka sudah rusak. Panik, menyerah pada keadaaan dan akhirnya pasrah. Banyak pendaki yang secara fisik sehat dan kuat tetapi tak mampu mencapai puncak karena mental yang sudah kalah. Yang semula mengidam idamkan puncak harus puas hanya di setengan perjalanan. persiapkan mental kamu sebelum mendaki dan pastikan kamu menggapai puncaknya.

Historical Places At Surabaya

surabaya

What do you think about Indonesia ? unsecure ? Bali ? Terorist ? Develop Country ? What ever do you think about this country, I have to say that this country is awesome. You can tell that what I am saying because I am an Indonesian. But just ask some one that had travel to Indonesia. And do not believe what’s your friend tell about. Prove it by your self. By tour and travel agent or backpacker by your own.

When you arrive in Indonesia, you may arrive at Jakarta or Bali. But may I suggest you to visit Surabaya. Surabaya is the second biggest city in Indonesia. In 2016 UN-Habit was held in this city. Surabaya wellknown as City of Heroes. Surabaya located in East java 772,2 km from Jakarta. Enough far right ?if you backpacker to Surabaya you can use public transportation by train, plane, bur, car or motorcycle from Jakarta. Consider the safety and cost if you choose public transportation.

In Surabaya there are many historical places. I will give the brief explanation about 11 historical places at Surabaya.

  1. Jembatan Merah Plaza

Jembatan mean “bridge”; merah mean “red”. The plaza was named jembatan merah plaza because it is located near jembatan merah that have historical stories. Jembatan merah plaza is one of the famous mall in surabaya. You can find valuable thing with wholesaler’s price.

  1. Pasar Atum Mall

Is a large trading mall in Surabaya, located at the northern of Surabaya, a large indoor chinese local market, selling food, clothes, jewelry, you can bargain the price here.

  1. Genteng Market

This traditional market is located in strategic area, genteng street in the city center. In this market you can find typical food of Surabayalike “krupuk”, saline fish, flaky or krinting fish and food types from crop growing on the sea. For example:flaky lorjuk, prawn and tripang. All snack and teh complement eat that have been tidy is goodin plastic and also box. Fruit taste crispy like salak, mango, banana, jackfriut and pineapple also available.

  1. Tunjungan Plaza

Is a shopping center in Surabaya, as well as the most popular plaza in the city of Surabaya society, Tunjungan Plaza is located in Surabaya Canter on general Basuki Rachmad and leads up to embong Malang street. This shopping center has four main building are interconected, tunjungan region known as the commercial center of the city of Surabaya. Tunjungan Plaza is a family mall concept to provide all needs of the family in one place.

  1. Heroes Monument Museum

This monument was built as the remembrance of the bravery of Surabaya’s fighters in the fighting againts the allies army. The monument with 41.15 meters height. It/s located in front of East Java Governor Office, as cultural pledge building, located in Pahlawan Street, in this monument we can also enjoy the photo collections complete its naration.

  1. Suramadu Bridge

Suramadu is abbreviation of “Surabaya” and “Madura”. His the name of a bridge that connect the city of Surabaya and madura island. The length is 5,438 meters and can be tranversed by vehicle such as cars and motorcycle. The bridge turn out to the longest bridge in Indonesia. It is also known as one object of tourist destination at Bangkalan. You acn buy fod and unique souvenirs.

  1. House Of Sampoerna Museum

Situated in “Old Surabaya”, this stately Dutch colonial-style compound built in 1862 and is now preserved historical site, previously uses as an orphanage managed by dutch. It was purchased in 1932 by Liem Seeng Tee, the founder of Sampoerna, with the intent of it being used as sampoerna’s first major cigarette production facility. Using city sightseeing bus that modeled like a tram that once roamed across the city in the past, so-called history trackers can enjoy and get know the buildings and history of Surabaya.

  1. Sunan Ampel Mosque

Mosque  that being built by Raden Rahmatullah in 1421, is reside in Ampel Street Surabaya, the visitor will be greeted by the merchants who sell various supplies to pray and also souvenir like godly clothes, prayer beads, cowl, cap, perfume, and date, according to official member of the mosque takmir every day around two thousands paid a visit.

  1. Cheng Ho Mosque

The architecture of Muhammad Cheng Ho, which located in Gading Street Surabaya, it’s built by alliying Islam culture, Java and Chinese. As a whole, the mosque is capable to accomodate 200 pilgrims, fairish 21×11 meters with main building 11×9 meters.

  1. Santa Perawan Maria Church

The Roman Catholic Church of Kelahiran Santa Perawan Maria, is located at Kepanjen Street, the church that being built in 1899 is th oldest church in Surabaya the church is designed with gothic style by dutch westmaes there is resemblance of this church with church architect, Jean Baptiste Antoine Lassus, St.Jean Baptiste de Belleville Paris built in 1854.

  1. Sanggar Agung Temple

Klenteng Sanggar Agung or Hong Tan temple for buddist, Tao and Kong Hu Cu followers located in Sukolilo Street 100, Kenjeran Beach. The existence of Sanggar Agung temple become more attractive because of the temple is situated above the sea water.

 

If there are grammatical error or any suggestion just leave comment or send an email at rohanailmiah@gmail.com

 

 

 

 

 

hate

i m hating my self .. I dont know just hate to may self. I open my facebook age and there were just Himapala members … I hate that …OMG I think I become crazy soon…

I m staring to hate my self. no job ,, no activity .. useless to come to Surabaya ..

I want to join SM3T n the website is like a shit …I hate that website ,,, why they dont pay someone that brilliant to handle that kind of website .. a lot of trouble … OMG … Indonesia. they said that it was DIKTI’s website but ,,, not brilliant .. not good …

actually I doubt my self too to joining SM3T because I have to join PPG 1 year .. oh Man .. 1 year .. that is very long tia ,, no salary …how can I live with that ???

i m sorry to write this shit on my own website .. but I think I become crazy soon .. I have to do somethink that refresh my mind.

Jember Fashion Carnival 2015

DSC01435DSC01409DSC01407DSC01406DSC01404DSC01411

JEMBER FASHION CARNIVAL

Jember Fashion Carnival (JFC) merupakan pameran busana yang sudah diakui oleh dunia internasional. Pameran busana ini awalnya merupakan karnaval untuk memperingati dirgahayu RI setiap tahunnya. Penyelenggaraan karnaval ini seperti street carnaval lainnya yaitu sepanjang jalan raya. JFC tahun ini dilangsungkan pada tanggal 26-30 agustus 2015. Walaupun jaraknya agak jauh dari tanggal 17 agustus tapi gelar busana ini masih dalam rangka untuk memperingati dirgahayu RI. JFC bukan hanya sekedar gelar busana tetapi sudah merupakan gelar budaya, tidak hanya menampilkan budaya kota Jember atau jawa timur namun sudah juga menampilkan hampir seluruh budaya nasional. Bahkan di ajang pemilihan miss universe tahun 2015, kostum yang dipakai putri indonesia saat itu merupakan hasil karya anak bangsa dari Jember dan memperoleh penghargaan sebagai busana terbaik pada ajang tersebut. Ajang JFC juga menjadi even yang menarik ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pada tanggal 29 agustus 2015 lalu saya menyempatkan diri untuk melihat ajang pameran busana tersebut. Beberapa persiapan saya lakukan, mulai dari pencarian informasi kegiatan, lokasi kegiatan, transportasi, biaya perjalanan dan lama perjalanan. Pencarian informasi saya lakukan melalui internet dengan search engine google serta bertanya ke teman-teman yang ada di Jember. Sebagai panduan cobalah untuk membaca website resmi pengelola kegiatan untuk informasi yang jelas, serta bacalah beberapa blog orang lain yang pernah melihat pameran tersebut untuk memberikan sedikit gambaran kegiatan tersebut, terutama bagi anda yang belum pernah ke Jember dan tidak memiliki teman atau saudara yang adapat membantu ketika anada di kota tersebut. Untuk lebih mempermudah anda mendapatkan informasi, ada baiknya anda menghubngi teman lama anda atau saudara anda yang ada di Jember. Akan lebih mudah jika anda memiliki seseorang yang tahu seluk beluk kota dan kegiatan tersebut. Dalam melakukan perjalanan, partner perjalanan berperan penting agar perjalanan anda terasa sangat menyenangkan, ajaklah seseorang yang benar benar anda sukai dan dapat membantu anda. Jumlah rombongan sesuaikan dengan keinginan anda, bisa sendiri, berdua atau beramai-ramai.

Perjalanan ini saya lakukan berdua dengan teman saya, karena dua teman saya yang lain membatalkan perjalanan ini karena alasan kesehatan. Kami berangkat dari Terminal Purbaya (Bungurasih) surabaya pukul 06.15 WIB dengan bis antar kota kelas ekonomi. Bis antar kota kelas ekonomi kami tidak seperti bis ekonomi antar kota jurusan Sby-Jogja yang fasilitasnya sama seperti bus eksekutif. Bis yang kami tumpangi non-ac, kondisi bus yang biasa saja dan tidak begitu menarik. Kami naik bus ini karena alasan biaya yang masih terjangkau seharga 40.000 rupiah. Jika anda ingin bus ber AC anda dapat naik bus patas seharga 65.000 rupiah atau kereta api seharga 80.000 rupiah dari stasiun Gubeng Surabaya. Perjalanan dalam bus kami tempuh selama ± 5 jam perjalanan. bus kami tidak langsung menuju Jember, kami harus oper ke bus lain di Terminal Probolinggo. Tetapi anda jangan khawatir anda tidak akan dikenakan tarif baru, anda cukup memberikan karcis bus lama anda ke kondektur bus baru, anda akan mendapatkan karcis baru lagi. Jadi jangan lupa untuk menyimpan karcis bus anda. Kami sampai di terminal Jember bernama terminal tawang alun pada pukul 11.45 WIB. Lega rasanya menginjakkan kaki di terminal setelah sekian lama duduk di dalam bus. Karena sudah waktunya dhuhur kami mencari mushola. Anda dapat menggunakan mushola yang letaknya di dekat keberangkatan bus antar kota atau anda ke masjid kecil di depan terminal, anda harus menyeberang jalan untuk mendapatkan masjid tersebut. Kondisi masjidnya lebih bersih dibanding mushola yang ada di terminal, namun anda tidak akan menemukan kamar mandi di masjid ini, jadi bagi anda yang ingin ke kamar mandi silahkan menuju toilet umum yang ada di terminal.

Setelah menunaikan sholat dhuhur, kami segera menuju pusat kota. Berdasarkan info yang saya terima, JFC dimulai pukul 13.00 WIB. Untuk menuju pusat kota, gunakan angkotan kota berwarna kuning bertanda A atau D. Ongkos angkot yang harus anda siapkan untuk sampai alun-alun kota adalah 5000 rupiah. Pastikan anda ke tempat JFC sebelum acara dimulai karena akan macet dan di jalan raya akan ditutup untuk sementara. JFC dilaksanakan sepanjang jalan dari alun-alun sampai GOR, jaraknya sekitar 3 km. Ketika kami sampai di alun alun, acara belum dimulai karena setelah mendengar informasi dari masyarakat sekitar pameran akan dimulai sektar pukul 15.00 WIB. Kami tidak menyia-nyikan kesempatan untuk berkeliling di alun alun. Di alun-alun anda dapat melihat banyak pameran dan penjual makanan maupun souvenir.

Stan pameran ada yang outdoor serta indoor. Di awal memasuki alun-alun anda akan melihat stan pameran outdoor. Setelah menyusuri sepanjang stan anda akan menemukan stan pameran indoor dalam tenda besar (Gambar 3). Di depan tenda tersebut biasanya anda dapat melihat jadwal kegiatan selama pameran (Gambar 2).

Anda dapat membeli beberapa souvenir untuk kawan atau saudara. Ada beberapa penawaran menarik atau diskon selama di pameran dengan syarat-syarat tertentu. Saya sarankan anda memiliki KTP Jember atau ajaklah kawan anda yang memiliki KTP Jember. Banyak penawaran khusus untuk warga ber-KTP Jember.

Setelah puas melihat-lihat pameran, keluar dari tenda saya mendapati ikon menarik yang lumayan ciamik untuk di jadikan background berfoto. Saya juga menemukan batuan akik khas Jember yang ditata seperti tumpeng batu raksasa.

Jikalau anda tidak memiliki tiket tempat duduk, jangan harap bisa menerobos pintu karcis karena di jaga ketat oleh bodyguard, satpam serta polisi. Tapi saya sarankan anda tidak perlu membeli karcis untuk dapat melihat tontonan yang gratis. Cukup melihat dari jalan raya saya rasa sudah cukup memuaskan. Pastikan kaki anda kuat untuk berdiri setidaknya untuk 2-3 jam di tengah sengatan matahari dan kerumunan masa. Berdirilah di barisan depan agar anda dapat memfoto dengan jelas. Jangan lupa siapkan minum, camilan, permen dan tentu saja kamera anda. Karena saya menonton pada tanggal 29 Agustus, antusiasme wisatawan kurang begitu terlihat, jika anda ingin euforia JFC yang besar anda dapat melihat pada acara puncaknya yang umumnya jatuh pada hari terakhir dari rangkaian kegiatan. Tapi bukan berarti pameran pada hari-hari sebelumnya mengecewakan, anda akan disuguhi pameran busana karnival kelas internasional.

Pameran pada hari itu dimulai pukul 14.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.00 WIB. Jika anda ingin foto selfi dengan peraga busananya secara dekat anda dapat ke tempat finis karnival yaitu GOR. Saat itu kami tidak sempat untuk menuju tempat finis karena keterbatasan waktu. Setelah puas menonton jalannya karnival anda dapat membeli makanan atau minuman yang dijual disepanjang jalan raya, kami menyempatkan untuk menikmati soto seharga 9000 rupiah, capcin 8000 rupiah, pop ice 4000 rupiah dan cilok 5000 rupiah. Lokasi alun-alun berdekatan dengan masjid agung Jember. Anda dapat beristirahat sekaligus menunaikan kewajiban anda yang beragam islam.

Setelah menunaikan sholat ashar, kami bergegas kembali ke terminal tawang alun. Anda dapat menggunakan angkot untuk kembeli ke terminal dengan harga yang sama yaitu 5000 rupiah. Dan perjalanan panjang ke surabaya dimulai kembali. Sekedar tips saja, persiapkan perjalanan anda sebaik mungkin, kemungkinan besar anda akan banyak mengalami kemacetan jika menggunakan kendaraan umum bus dan hati hati barang bawaan anda, simpan semua karcis bus anda, karena anda sewaktu waktu di oper ke bus lain, jika anda tidak bisa menunjukkan karcis bus lama anda, anda terpaksa harus membayar kembali. Begitulah sekelumit cerita perjalanan saya menuju Jember, semoga bermanfaat dan kembali ke kota tersebut untuk perjalanan yang lainnya.

Sampai Jumpa Semarang

19.51 WIB

Selesai sholat ashar, kami melihat keramain simpang lima dari lantai dua masjid Baiturrahman. Sekitar pukul lima sore kami memutuskan kembali ke stasiun poncol dengan berjalan kaki. Karena melihat pusat oleh-oleh ingin rasanya menikmati lumpia semarang yang melegenda. Aku putuskan untuk menyeberang jalan dan membeli satu buah lumpia seharga 12.000 rupiah. Harga yang sangat mahal jika dibandingkan dengan harga lumpia pinggir kos yang hanya 1500 rupiah. Setelah membeli lumpia, dilanjutkan dengan membeli wingko untuk oleh-oleh teman sekelas. Perdebatan panjang untuk menawar wingko aku lakukan. Akhirnya aku membawa 3 bungku wingko seharga 10.000 rupiah per bungkus/tas. Setelah mendapatkan oleh-oleh kami melanjutkan perjalanan ke tugu muda dan lawang sewu. Kedua tempat itu terasa indah dimalam hari dengan berhias cahaya lampu. Kami menyempatkan berfoto di kedua tempat itu. Tugu muda berhias lampu ynag tiap menitnya berubah warna, menjadi bagian menarik dari tugu muda. Beberapa pemuda juga berkumpul untuk sekedar berbincang dengan teman-temannya di taman. Karena melihat kami foto-foto narsis, anak-anak itu menawari kami untuk ikut foto gila di lampu merah. Tanpa pikir panjang kami langsung ikutan. Ketika kendaraan bermotor sudah memenuhi lampu merah, kami langsung beraksi. Setelah berfoto-foto kami harus kembali ke stasiun poncol dengan jalan kaki.

Kereta kertajaya berangkat ke Surabaya pukul 20.30 WIB. Setelah menunggu Hani membeli makan malam, sekitar pukul 20.00 WIB kami memasuki peron stasiun. Bangku begitu penuh, kami langsung menuju mushola. Hani sholat dan aku mandi di kamar mandi mushola. Tidak lama setelah aku keluar dari kamar mandi, kereta kami tiba di stasiun. Kami ada di gerbang 6, bangku 9B dan 10A. Setelah memasuki gerbong, ternyata tempat duduk kami dengan bapak-bapak. Jadi sungkan untuk makan. Karena sudah terlalu capek kami tidur saja di kereta. Sesampainya di stasiun pasar turi, kami tidak bisa langsung pulang karena kos Hani yang tutup dan aku tidak bisa memberi tumpangan kos karena harus bayar untuk menginap di kos ku. Kami tidur di stasiun sampai subuh menjelang. Setelah subuh akhirnya kami bisa pulang, sesampainya di kos aku sarapan dan tidur sepanjang hari.

Perjalanan semarang baru dimulai.

12.56 WIB

Sekarang aku ada di mushola stasiun tawang. Menunggu hani untuk melaksanakan kewajiban sholat lima waktu. Sebelumnya kami keluar dari stasiun poncol pukul stengah 6 pagi setelah dua polisi kereta api yang berseragam hitam menghampiri kami dan menanyaiku. Setiap kali ditanya aku hanyamenjawab aku akan keluar pak, masih menunggu teman yang ada di toilet.

Begitu keluar dari stasiun setelah mandi dan ganti baju kami berjalan menuju lawang sewu, tugu muda dan museum mandala krida. Jaran masih pagi jalan begitu lengang padahal jalan raya begitu lebar dan besar. Berbeda dengan surabaya, dimana-mana ada kemacetan lalu lintas. Setelah menyusuri jalan sekitar 30 menit akhirnya kami sampai di persimpangan tugu muda. Kami memutuskan ke museum terlebih dahulu. Karena tidak ada kejelasan musium itu buka atau tidak, kami hanya mengamati dari luar saja. Perut sudah mulai keroncongan, kami memutuskan pergi kepasar yeng lokasinya tepat disebelah musium. Pasar tersebut kelihatan kecil. Setelah berputar-putar di pasar akhirnya menjumpai warung nasi. Tanpa pikir panjang kami memesan nasi rames dan teh hangat untuk sarapan. Harganya relatif sama dengan surabaya, nasi rames dengan lauk telur dihargai 7000 rupiah. Setelah mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan ke tugu muda. Persimpangan ini membuat kami agak bingung karena memiliki banyak percabangan dan arah. Kami mengambil beberapa foto di tugu muda dan dilanjut ke lawang sewu. Kami wajib membeli karcis seharga 10.000 rupiah untuk dapat memasuki kawasan lawang sewu. Jika anda ingin ditemani oleh seorang guide anda harus membayar 30.000 untuk ongkos giude. Karena masih capek kami duduk di bawah pohon mangga besar di tengah kompleks. Karena masih pagi suasana lawang sewu masih sepi. Setelah menghilangkan capek dan puas foto-foto di likomotif yang ada di bawah pohon mangga kami siap melanjutkan perjalanan menyusuri gedung. Bangunan gedung lawang sewu berbentuk U, dan memiliki 2 lantai dan satu lantai basemen. Kami susuri setiap ruangan yang ada, tanpa pemandu ruangan.

Ruangan yang ada lebih digunakan sebagai museum kereta api, ada banyak sekali replika lokomotif, banyak juga tulisan dan artikel yang menjelaskan sejarang kereta api di indonesia, ada banyak fotografi mengenai perkereta apian dan lawang sewu itu sendiri, ruangan multimedia dimana kita bisa melihat film yang diputarkan, tentu saja film tentang kereta api dan lawang sewu, mesin pemutar film lawas, lift barang jaman dahulu, dan masih banyak lagi. Di salah satu ruangan menyediakan buku tamu, banyak yang menulis banyak hal disana, tentu saja aku menuliskan namaku disana dan beberapa kata-kata tambahan. Anda juga dapat membeli souvenir disana. Beberapa gedung tidak dibuka untuk umum seperti gedung yang ada kaca patri bergambar bunda maria dan ruang bawah tanah yang dijadikan penjara pada jaman belanda. Bagi yang menyukai fotografi lawang sewu sangat cocok buat anda. Untuk mencari sensasi perjalanan yang menyeramkan, kami menyempatkan diri untuk naik ke loteng. Ternyata sanagt seram karena agak gelap, kotor dan banyak kelawarnya, kami putuskan untuk segera turun. Setelah berpuar-putar di lawang sewu selama ± 3 jam kami memutuskan untuk me-refund tiket. Yang seharusnya kami pulang besok, kami beli tiket untuk malam ini. Sekarang kami berencana ke kota tua untuk melihat keindahan kota tua semarang. Capeekkkk sekali.. tapi tak mengapa, kapanlagi seperti ini ..

semarang hari kedua (menginjak tanah semarang)

28 november 2014

02.45 WIB

kami tiba di stasiun poncol pukul 01.00 WIB. kami turun dang langsung mencari mushola dengan tujuan untuk istirahat tapi karena tak enak tidur di tempat ibadah jadi aku mengajak hani tidur di koridor bangku penumpang saja. sambil melihat aktivitas kereta dengan bising deru mesin mesin ini kami sangat terkagum-kagum dengan kereta kontainer yang memasuki stasiun. kereta itu begitu panjang. hani meneruskan makan malamnya yang sempat terhenti, entah masih enak atau tidak tapi yang pasti hani doyan saja makan nasi itu. baru aku sempat berbaring karena aku juga masih ngantuk setelah mnghabiskan satu bungkus snak serena. seorang bapak TNI menghampiri kami. mengajak kami berbincang-bincang sedikit karena mungkin kami agak mencurigakan, maklum sekarang tidak boleh ada orang dalam stasiun, perbaikan sistem. bapak itu bertanya banyak hal, mengajak kami berbincang apa yang akan kami lakukan setelah lulus kuliah. apakah kami akan menjadi seorang guru karena kami sekolah di perguruan tinggi calon pendidik. saat ditanya aku tak bisa menjawab banyak, karena aku belum yakin akankah aku akan menjadi seorang pendidik. tapi bapak itu mengingatkan ku satu hal ” konsisten dan yakin”. kami harus punya pandangan ke depan, harus punya visi. disela sela kami duduk di bangku koridor, aku beberapa kali ditanyai petugas keamanan stasiun, aku beralasan menunggu teman yang masih di toilet untuk bisa tinggal lebih lama di dalam stasiun. suasana pagi itu maih lengang, hanya satu dua petugas stasiun yang berlalu-lalang. kami asyik menikmati pemandanagn di dalam stasiun, mengamati kereta yang berganti kepala. menjelang pukul tiga pagi, satu persatu penumpang mulai berdatangan. agak rame sekarang, aku tambah ngantuk. aku tidur aja. tak peduli bagaimana keadaan yang sudah mulai rame. hehehehe… itu pertama kalinya aku menginjak tanah semarang.