Liburan and budget Bromo dari Surabaya

 

IMG-20180831-WA0013

Bromo Crater (Doc.Pribadi)

Tanggal 30 agustus kemarin kita liburan ke Bromo. Gunung paling rame dan paling banyak dikunjungi wisatawan di pulau jawa. Gunung isi jadi salah satu icon pariwisata Indonesia. Banyak orang luar negeri yang rela jauh jauh ke Indonesia Cuma buat bisa liat gunung ini. Yang aku tau gunung ini bukan real gunung yang sebenarnya, ini merupakan kawah purba dari sebuah gunung. Jadi sejatinya kita mengunjungi sebuah kawah. Itu kenapa Bromo lebih tepatnya disebut sebagai kawah Bromo bukan gunung bromo. Berikut itinerary perjalanan kita.

IMG-20180831-WA0034

Kita berangkat dari kota Surabaya tercinta dengan 6 personil, 4 cewek dan 2 cowok dengan kendaraan sepeda motor. Start dari kos kosan kita sekitar pukul 22.30 WIB. Kita berangkat dengan 4 sepeda motor akhirnya satu dari sepeda motor harus dititipin. Kita titipin sepeda motor di RSUD Sidoarjo karena parkiran RSUD pasti 24 jam. Karena kita para wanita rempong suka berhenti bolak balik, start dari sidoarjo udah jam 12 an malem. Kita ke bromo via probolinggo. Banyak kejadian yang tak terduga selama perjalanan. Satu sepeda motor terpisah dari rombongan yang cuma 3 sepeda motor. Kita nggak tau mereka lewat jalan yang bener apa enggak, cuma kita janjian di Tongas probolinggo, apalagi yang terpisah adalah 2 orang cewek. Mereka di telf nggak bisa bisa, sepanjang perjalanan aq telf mereka terus tanpa henti, wasap, sms berharap mereka bakal bisa di contact.

Setelah kita memasuki probolinggo mereka baru bisa di contact, melegakan akhirnya mereka nggak knapa knapa dan mereka nunggu di rest area Tongas Probolinggo. Ternyata mereka sampe duluan ketimbang kita. Karena kesel aq omelin aja tu ank ank, kita yang dijalan kan lagi mengkhawatirkan mereka klo ada apa apa. Kita istirahat sebentar, lalu melanjutkan kerjalanan ke arah bromo, mengikuti petunjuk arah yang ada. Perjalanan diwarnai dengan melewati perkampungan yang sepi, jalan yang berliku, sepertinya Cuma kita yang lewat jalan itu. Perjalan lumayan memakan waktu yang lama, beruntungnya kita bisa menghalau rasa kantuk karena sering begadang, hehehe

Di pom bensin terakhir kita isi bensin dan istirahat sebentar. Baru sadar klo diantara kita nggak ada yang bawa uang cash banyak. Di dompetku Cuma ada satu lembar 50 rb rupiah. Akhirnya kita cari ATM terdekat dan mungkin ATM terakhir sebelum kita naik ke penanjakan bromo. Seperti jalan di pegunungan, banyak jalanan menanjak, aku yang berbadan gedhe ini sesekali harus turun dari sepeda motor karena sepeda motor menolak untuk mengangkutku. Lumayan olahraga di dini hari. Mendekati desa desa di kaki gunung, semakin banyak kendaraan yang lewat didominasi oleh jeep yang membawa wisatawan. Mereka umumnya berangkat pukul 3 pagi atau sebelumnya agar bisa liat sun rise di penanjakan. Sampai di pintu loket masuk kawasan wisata kita harus bayar biaya masuk seebesar Rp 25.000 di tambah 2.500 untuk biaya asuransi, dan biaya kendaraan bermotor sebesar 5.000 rupiah.

Setelah kita bayar tiket masuk, kita berhenti lagi untuk cari minuman hangat. Kita bisa liat para jeep berbaris melawati kawah pasir dengan nyala lampu kendaraan mereka. Hari itu hari jumat begitu ramenya, klo hari weekend nggak bayangin pasti kendaraan itu mengular. Akhirnya kita lanjutkan perjalanan mengarungi lautan pasir menggunakan sepeda motor. Mengendarai sepeda motor melewati pasir tidak semudah yang kita bayangin, susah bener, beberapakali temen ku terjatuh. Iri banget liat orang desa yang bisa bawa motor secepat itu apalagi liat jeep yang melaju dengan enaknya. Akhirnya dua orang cowok yang berperan untuk antar jemput kita melawati lautan pasir. Dari sini kita baru berasa betapa beratnya melewati lautan pasir, dan kita kapok untuk ke bromo pake sepeda motor. Mending sewa jeep aja, hahahaha.

Karena kita kesusahan melewati lautan pasir akhirnya kita menghabiskan banyak waktu di sana, matahari udah terbit dengan terangnyadan gagal lah rencana kita buat liat sun rise dari penanjakan. Melewati lautan pasir belum akhirnya, kita harus melawati jalan tanjakan lagi yang gak kalah jauh dan terjalnya. Beberapa kali aku harus turun dari sepeda motor untuk jalan kaki. Mendekati view point semakin banyak jeep yang parkir disepanjang jalan, kanan dan kiri jalan penuh dengan jeep. Dan banyak bule bule bertebaran serasa di bali. Karena jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi banyak jeep yang hendak pulang, akhirnya kita harus berbagi jalan dengan jeep dan membuat kemacetan di gunung. Ya Allah, gunung aja macet.

Karena sepeda motor kita nggak bisa bergerak sama sekali, akhirnya manusia manusia yang di bonceng ini memilih turun dari sepeda motor dan berjalan kaki, jalannya lumayan jauh dan harus berbagi jalan dengan kendaraan dan orang ornag yang mau turun. Setelah ngos ngosan akhirnya aku sampai juga di tikungan jalan dimana di situ banyak orang bule yang liat bromo dan beberapa wisatawan yang foto foto. Aq mengenali spot itu karena banyak foto bromo di ambil dari spot tersebut, aku kirain klo itu adalah view pointnnya, tapi ternayat bukan. View poinnya masih harus jalan lagi ke atas. Samapi di spot itu aku langsung copot jaket karena gerah, walaupun udaranya dingin. Tentu dengan ngambil beberapa foto di tempat itu.

IMG-20180831-WA0010

Gambar 2. Bromo Crater (Doc.Pribadi)

View point ni udah dibangun dengan baik dan layak, ada banyak toko souvenir dan makanan juga. Setelah melewati beberapa anak tangga, kita sampai di view point bromo. Dari atas terliahat semua kawasan bromo. Mobil mobil jeep di lautan pasir terlihat kecil seperti semut merah. Akhirnya perjalanan terbayarkan dengan ini. Karena sudah siang dan banyak orang yang sudah turun, view point tidak terlalu crowded. Kita banyak foto foto di situ. Saat kita memandang lautan pasir terbayang bagaimana caranya kita pulang, kita merasa udah nggak sanggup untuk melewati lautan pasir yang sebegitu luas.

IMG-20180831-WA0030

Di view point sudah disediakan toilet yang layak, toilet khas indonesia yang aku mikir para bule pasti bingung gimana cara gunainnya… wkwkwkwk. Tapi kenapa airnya tidak menyala, mungkin airnya nyala di waktu tertentu atau di dini hari aja, ketika banyak wisatawan. Disana juga udah disediain tempat sampah, so jangan buang sampah sembarangan. Selain itu pada pagi hari ada orang orang yang bersihin view point dari sampah, well I give them a thump for this, berasa berguna bayar uang masuk tempat wisata. Kita stay di view point lama banget sampek gak ada orang yeng tersisa kecuali kita, sepi banget, nggak ada apa apa. Kita ngantuk dan sebentar lagi kita harus balik ke Surabaya karena tuntutan pekerjaan. Akhirnya kita tiduran di shelter di deket toilet, dasar wanita wanita mbambung, padahal para cowok aja lebih milih di warung cari makanan dan tempat istirahat. Setelah beristirahat sebentar, akhirnya kita ikutan turun ke warung, Cuma satu yang masih buka, akhirnya kita comot gorengan uang udah dingin dan tinggal beberapa itu, nggak lupa kita juga beli air minum.

Waktunya pulang ke surabaya. Kita ambil rute yang berbeda dari rute keberangkatan. Tapi rute ini lebih jauh. Di tengah pejalanan, ban sepeda motor salah satu anak gembos dan harus cari tambalan ban. Dan ketika nungguin dia aku liat banyak orang pada buang sampah di sungai ……. whaaatttttttt ….. dengan enaknya dan tanpa dosa. Sampah apapun, sampah rumah tangga sampai sampah bekas bangunan…………..speechless…………trus ada pengerukan tanah, katanya mo di bangun hotel atau villa miliknya salah satu badan pemerintah (berdasarkan wawancara dengan sopir kendaraan berat dsana). Omeegoooddd … belum lagi lereng lereng hutan yang di jadiin pertanian……… nggak takut longsor bukkk … yang wait until few years ……..selebihnya ini Cuma perjalana biasa ke surabaya melawati jalan aspal yang tak pernah putus, hanya sekali kita mampir di warung bakso karena seharian kita belum makan. Sampai jumpa di lain cerita…

My actual cost, ini duit yang aku keluarin selam perjalanan PP

Bensin                                   = 40.000

Tiket masuk                           = 30.000

Gorengan 2 @2.000            = 4.000

Air mineral                             = 5.000

Minuman hangat                 = 5.000

Bakso                                     = 10.000

Toilet                                      = 2.000

Total                                        = 96.000

 

Budget diatas real berdasarkan pengalaman aku ya, klo beda itu wajar sih. FIY perjuangan malam ini buat publis ini lembar halaman. Entah knapa aku  nggak bisa log in wordpress bolak balik, apa mereka sudah tak mengenaliku oh wordpress ku,,,atau karena sinyal wifi yang lemot ini, ya maklum aja secepat cepatnya wifi di Indonesia termasuk yang paling lemot sedunia. Thats why Indonesia adalah the better place buat menghindar dari gadget apalagi wifi.

Advertisements

Rute transportasi angkutan umum ke musium angkut batu malang.

 

Musium angkut merupakan salah satu tempat wisata yang worth banget buat kalian kunjungi. Musium angkut punya banyak banget spot selfi yang ga ada di tempat lain. Nggak Cuma sekedar bisa foto foto dan selfi. Kalian jubisa belajar banyak hal tentang transportasi. Mulai yang sederhana sampai yang tercanggih sekalipun.

IMG-20170723-WA0006

musium angkut batu malang

 

Disana banyak dipamerkan kendaraan antik dari berbagai masa dan negara. Buat kalian pecinta mobil antik, sepeda antik dan kendaraan antik lainnya, mengunjungi musium ini nggak akan ada ruginya. Wisata ke musium angkut cocok banget buat semua kalangan, kalian bisa berdua aja sama pasangan, keluarga, teman sekolah maupun teman kerja.

 

IMG-20170723-WA0008

Musium Angkut Batu

 

Nah, sekarang kita bahas rute kendaraan umum buat sampai kesananya. Buat kalian yang ga punya kendaraan sendiri atau sedang dalam kondisi kurang fit, maka kendaraan umum bisa dijadikan alternatif. Harga yang terhitung ekonomis juga cocok buat kalian yang backpackeran.

Karena aku dari surabaya, aq bahas rute start surabaya, tapi rute ini berlaku sama jika meeting pointnya stasiun malang.  Rute ini aq tulis berdasarkan pengalaman pribadi yang mungkin bisa sedikit membantu kalian sebagai referensi dan perbandingan.

Dari surabaya aq naik kereta api lokal menuju stasiun malang kota. Kalau dari stasiun wonokromo surabaya tiketnya 12.000 rupiah. Waktu tempuhnya sekitar 2.5 jam karena kereta api lokal banyak berhenti di stasiun stasiun lokal. Bila belum pernah bepergian dengan kereta selalu mintalah bantuan kepada petugas stasiun apabila menemui kesulitan. Sebaiknya beli tiket sehari sebelumnya untuk menghindari kehabisan kursi apalagi bila kalian hendak bepergian ketika weekend. Loket tiket KA lokal di stasiun wonokromo surabaya dibuka pada pukul 09.00 WIB dan untuk pengambilan kartu antrian dimulai pukul 08.00 WIB.

Kami membeli tiket pulang pergi untuk menghindari kehabisan tiket bila beli di stasiun malang. Untuk kereta dan jadwal kalian bisa pilih, silahkan baca pengumuman atau tanya kepada petugas ya.

Kereta kami berangkat pada sabtu pagi tgl 22 juli 2017 pukul 4.35 WIB dari stasiun wonkromo surabaya. Tapi kereta ternyata mengalami keterlambatan sehingga pukul 4. 50 WIB kami baru berangkat. Pada pukul 7.30 kami sampai di stasiun malang. Kalau kalian tidak membawa bekal dan perut terasa lapar, ada banyak warung makanan di sekitar stasiun. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan kota/lyn. Lyn di kota malang warnanya biru semua, jadi satu satunya tanda pengenal adalah tulisan di badan angkotnya. Kalian harus menyebrang dan naik lyn GL menuju terminal Ladungsari, ongkosnya 5000 rupiah. Kalau kalian bingung tanya ya guys, tapi hati hati kena tipu. Perjalanannya sekitar 20 menit. Setelah sampai di terminal Ladungsari kita melanjutkan perjalanan dengan nagkut warna kuning agak kehijauan jurusan terminal batu. Kalau kalian bisa pake lyn warna ungu juga guys. Ongkosnya sama 5000 rupiah. Tapi kita pake yang warna kuning karena mau berhenti di rumah teman buat istirahat, silaturahmi dan makan gratis. Hahaha … ini ilmu yang kudu dimiliki backpacker ya, buat berhemat sebaiknya kalian hubungi saudara, teman atau kenalan, klo nggak dapet makanan seenggaknya ada tempat buat istirahat.

Setelah mengisi perut dan istirahat secukupnya kita lanjutkan perjalanan menggunakan angkut kuning yang sama menuju terminal batu. Sampai di terminal batu, kita melanjutkan perjalanan dengan lyn warna orange, selalu tanya juga ya guys apakah lynnya lewat musium angkut apa tidak. Jarak terminal batu ke musium angkut cukup dekat guys, nggak sampe 15 menit kok. Kita bakal langsung turun di depan musium angkut. Ongkosnya cuma 3000 rupiah.

Musium angkut dibuka pada pukul 12.00 WIB sampai 20.00 WIB. Loket tiket ditutup pukul 19.00 WIB. Harga tiket untuk weekend sabtu minggu 100.000 rupiah, untuk tiket weekdays senin-jumat 70.000 rupiah. Membawa kamera selain handphone tambah 30.000 rupiah. Dilarang membawa makanan dan minuman kedalam musium, jadi makanan dan minuman kalian bisa dititipkan di loker penitipan. Setelah mendapatkan tiket, kalian bisa berkeliling musium sepuasnya, ada jalur pemandu rute dan customer service yang banyak membantu, terutama bantuan ngefotoin kita.

Didalam musium juga terdapat kedai, toko accesories, dan studio foto menggunakan kostum ala nona nona eropa, tapi bayar ya guys buat sewa bajunya. Ada juga simulator menjadi pilot pesawat dengan membayar 200.000 rupiah. Kalo yang bayar bayar gini kita nggak seneng guys, jadi cukup dipuaskan foto foto selfi aja ya.

Owh iya, perlu diingat, lyn disana berakhir beroperasi jam 5 sore guys, jadi perhitungkan gimana kalian pulangnya ya. Lyn arah pulang sama ya guys. Lynnya PP soale. Sekian info dari saya. Klo kurang kalian bisa tambahin sendiri ya guys, bisa brosing brosing dan tanya tanya dari berbagai sumber.

Sampai Jumpa Semarang

19.51 WIB

Selesai sholat ashar, kami melihat keramain simpang lima dari lantai dua masjid Baiturrahman. Sekitar pukul lima sore kami memutuskan kembali ke stasiun poncol dengan berjalan kaki. Karena melihat pusat oleh-oleh ingin rasanya menikmati lumpia semarang yang melegenda. Aku putuskan untuk menyeberang jalan dan membeli satu buah lumpia seharga 12.000 rupiah. Harga yang sangat mahal jika dibandingkan dengan harga lumpia pinggir kos yang hanya 1500 rupiah. Setelah membeli lumpia, dilanjutkan dengan membeli wingko untuk oleh-oleh teman sekelas. Perdebatan panjang untuk menawar wingko aku lakukan. Akhirnya aku membawa 3 bungku wingko seharga 10.000 rupiah per bungkus/tas. Setelah mendapatkan oleh-oleh kami melanjutkan perjalanan ke tugu muda dan lawang sewu. Kedua tempat itu terasa indah dimalam hari dengan berhias cahaya lampu. Kami menyempatkan berfoto di kedua tempat itu. Tugu muda berhias lampu ynag tiap menitnya berubah warna, menjadi bagian menarik dari tugu muda. Beberapa pemuda juga berkumpul untuk sekedar berbincang dengan teman-temannya di taman. Karena melihat kami foto-foto narsis, anak-anak itu menawari kami untuk ikut foto gila di lampu merah. Tanpa pikir panjang kami langsung ikutan. Ketika kendaraan bermotor sudah memenuhi lampu merah, kami langsung beraksi. Setelah berfoto-foto kami harus kembali ke stasiun poncol dengan jalan kaki.

Kereta kertajaya berangkat ke Surabaya pukul 20.30 WIB. Setelah menunggu Hani membeli makan malam, sekitar pukul 20.00 WIB kami memasuki peron stasiun. Bangku begitu penuh, kami langsung menuju mushola. Hani sholat dan aku mandi di kamar mandi mushola. Tidak lama setelah aku keluar dari kamar mandi, kereta kami tiba di stasiun. Kami ada di gerbang 6, bangku 9B dan 10A. Setelah memasuki gerbong, ternyata tempat duduk kami dengan bapak-bapak. Jadi sungkan untuk makan. Karena sudah terlalu capek kami tidur saja di kereta. Sesampainya di stasiun pasar turi, kami tidak bisa langsung pulang karena kos Hani yang tutup dan aku tidak bisa memberi tumpangan kos karena harus bayar untuk menginap di kos ku. Kami tidur di stasiun sampai subuh menjelang. Setelah subuh akhirnya kami bisa pulang, sesampainya di kos aku sarapan dan tidur sepanjang hari.