Rute transportasi angkutan umum ke musium angkut batu malang.

 

Musium angkut merupakan salah satu tempat wisata yang worth banget buat kalian kunjungi. Musium angkut punya banyak banget spot selfi yang ga ada di tempat lain. Nggak Cuma sekedar bisa foto foto dan selfi. Kalian jubisa belajar banyak hal tentang transportasi. Mulai yang sederhana sampai yang tercanggih sekalipun.

IMG-20170723-WA0006

musium angkut batu malang

 

Disana banyak dipamerkan kendaraan antik dari berbagai masa dan negara. Buat kalian pecinta mobil antik, sepeda antik dan kendaraan antik lainnya, mengunjungi musium ini nggak akan ada ruginya. Wisata ke musium angkut cocok banget buat semua kalangan, kalian bisa berdua aja sama pasangan, keluarga, teman sekolah maupun teman kerja.

 

IMG-20170723-WA0008

Musium Angkut Batu

 

Nah, sekarang kita bahas rute kendaraan umum buat sampai kesananya. Buat kalian yang ga punya kendaraan sendiri atau sedang dalam kondisi kurang fit, maka kendaraan umum bisa dijadikan alternatif. Harga yang terhitung ekonomis juga cocok buat kalian yang backpackeran.

Karena aku dari surabaya, aq bahas rute start surabaya, tapi rute ini berlaku sama jika meeting pointnya stasiun malang.  Rute ini aq tulis berdasarkan pengalaman pribadi yang mungkin bisa sedikit membantu kalian sebagai referensi dan perbandingan.

Dari surabaya aq naik kereta api lokal menuju stasiun malang kota. Kalau dari stasiun wonokromo surabaya tiketnya 12.000 rupiah. Waktu tempuhnya sekitar 2.5 jam karena kereta api lokal banyak berhenti di stasiun stasiun lokal. Bila belum pernah bepergian dengan kereta selalu mintalah bantuan kepada petugas stasiun apabila menemui kesulitan. Sebaiknya beli tiket sehari sebelumnya untuk menghindari kehabisan kursi apalagi bila kalian hendak bepergian ketika weekend. Loket tiket KA lokal di stasiun wonokromo surabaya dibuka pada pukul 09.00 WIB dan untuk pengambilan kartu antrian dimulai pukul 08.00 WIB.

Kami membeli tiket pulang pergi untuk menghindari kehabisan tiket bila beli di stasiun malang. Untuk kereta dan jadwal kalian bisa pilih, silahkan baca pengumuman atau tanya kepada petugas ya.

Kereta kami berangkat pada sabtu pagi tgl 22 juli 2017 pukul 4.35 WIB dari stasiun wonkromo surabaya. Tapi kereta ternyata mengalami keterlambatan sehingga pukul 4. 50 WIB kami baru berangkat. Pada pukul 7.30 kami sampai di stasiun malang. Kalau kalian tidak membawa bekal dan perut terasa lapar, ada banyak warung makanan di sekitar stasiun. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan kota/lyn. Lyn di kota malang warnanya biru semua, jadi satu satunya tanda pengenal adalah tulisan di badan angkotnya. Kalian harus menyebrang dan naik lyn GL menuju terminal Ladungsari, ongkosnya 5000 rupiah. Kalau kalian bingung tanya ya guys, tapi hati hati kena tipu. Perjalanannya sekitar 20 menit. Setelah sampai di terminal Ladungsari kita melanjutkan perjalanan dengan nagkut warna kuning agak kehijauan jurusan terminal batu. Kalau kalian bisa pake lyn warna ungu juga guys. Ongkosnya sama 5000 rupiah. Tapi kita pake yang warna kuning karena mau berhenti di rumah teman buat istirahat, silaturahmi dan makan gratis. Hahaha … ini ilmu yang kudu dimiliki backpacker ya, buat berhemat sebaiknya kalian hubungi saudara, teman atau kenalan, klo nggak dapet makanan seenggaknya ada tempat buat istirahat.

Setelah mengisi perut dan istirahat secukupnya kita lanjutkan perjalanan menggunakan angkut kuning yang sama menuju terminal batu. Sampai di terminal batu, kita melanjutkan perjalanan dengan lyn warna orange, selalu tanya juga ya guys apakah lynnya lewat musium angkut apa tidak. Jarak terminal batu ke musium angkut cukup dekat guys, nggak sampe 15 menit kok. Kita bakal langsung turun di depan musium angkut. Ongkosnya cuma 3000 rupiah.

Musium angkut dibuka pada pukul 12.00 WIB sampai 20.00 WIB. Loket tiket ditutup pukul 19.00 WIB. Harga tiket untuk weekend sabtu minggu 100.000 rupiah, untuk tiket weekdays senin-jumat 70.000 rupiah. Membawa kamera selain handphone tambah 30.000 rupiah. Dilarang membawa makanan dan minuman kedalam musium, jadi makanan dan minuman kalian bisa dititipkan di loker penitipan. Setelah mendapatkan tiket, kalian bisa berkeliling musium sepuasnya, ada jalur pemandu rute dan customer service yang banyak membantu, terutama bantuan ngefotoin kita.

Didalam musium juga terdapat kedai, toko accesories, dan studio foto menggunakan kostum ala nona nona eropa, tapi bayar ya guys buat sewa bajunya. Ada juga simulator menjadi pilot pesawat dengan membayar 200.000 rupiah. Kalo yang bayar bayar gini kita nggak seneng guys, jadi cukup dipuaskan foto foto selfi aja ya.

Owh iya, perlu diingat, lyn disana berakhir beroperasi jam 5 sore guys, jadi perhitungkan gimana kalian pulangnya ya. Lyn arah pulang sama ya guys. Lynnya PP soale. Sekian info dari saya. Klo kurang kalian bisa tambahin sendiri ya guys, bisa brosing brosing dan tanya tanya dari berbagai sumber.

Advertisements

Sampai Jumpa Semarang

19.51 WIB

Selesai sholat ashar, kami melihat keramain simpang lima dari lantai dua masjid Baiturrahman. Sekitar pukul lima sore kami memutuskan kembali ke stasiun poncol dengan berjalan kaki. Karena melihat pusat oleh-oleh ingin rasanya menikmati lumpia semarang yang melegenda. Aku putuskan untuk menyeberang jalan dan membeli satu buah lumpia seharga 12.000 rupiah. Harga yang sangat mahal jika dibandingkan dengan harga lumpia pinggir kos yang hanya 1500 rupiah. Setelah membeli lumpia, dilanjutkan dengan membeli wingko untuk oleh-oleh teman sekelas. Perdebatan panjang untuk menawar wingko aku lakukan. Akhirnya aku membawa 3 bungku wingko seharga 10.000 rupiah per bungkus/tas. Setelah mendapatkan oleh-oleh kami melanjutkan perjalanan ke tugu muda dan lawang sewu. Kedua tempat itu terasa indah dimalam hari dengan berhias cahaya lampu. Kami menyempatkan berfoto di kedua tempat itu. Tugu muda berhias lampu ynag tiap menitnya berubah warna, menjadi bagian menarik dari tugu muda. Beberapa pemuda juga berkumpul untuk sekedar berbincang dengan teman-temannya di taman. Karena melihat kami foto-foto narsis, anak-anak itu menawari kami untuk ikut foto gila di lampu merah. Tanpa pikir panjang kami langsung ikutan. Ketika kendaraan bermotor sudah memenuhi lampu merah, kami langsung beraksi. Setelah berfoto-foto kami harus kembali ke stasiun poncol dengan jalan kaki.

Kereta kertajaya berangkat ke Surabaya pukul 20.30 WIB. Setelah menunggu Hani membeli makan malam, sekitar pukul 20.00 WIB kami memasuki peron stasiun. Bangku begitu penuh, kami langsung menuju mushola. Hani sholat dan aku mandi di kamar mandi mushola. Tidak lama setelah aku keluar dari kamar mandi, kereta kami tiba di stasiun. Kami ada di gerbang 6, bangku 9B dan 10A. Setelah memasuki gerbong, ternyata tempat duduk kami dengan bapak-bapak. Jadi sungkan untuk makan. Karena sudah terlalu capek kami tidur saja di kereta. Sesampainya di stasiun pasar turi, kami tidak bisa langsung pulang karena kos Hani yang tutup dan aku tidak bisa memberi tumpangan kos karena harus bayar untuk menginap di kos ku. Kami tidur di stasiun sampai subuh menjelang. Setelah subuh akhirnya kami bisa pulang, sesampainya di kos aku sarapan dan tidur sepanjang hari.